Demi Masa
Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (QS : Al-Ashr 1-3)
about


Name: Tahmi Zahra
From: Jakarta, Indonesia
About me: Kita semua hanyalah kupu–kupu. Dengan sayap rapuh kita mencoba terbang meninggalkan bumi yang diselimuti kelamnya malam Menuju matahari. Mungkin kita tak pernah sampai di sana tetapi setidaknya, tanpa kita sadari kepak sayap kita menciptakan badai di belahan bumi yang lain. Ruang ini adalah kepompong yang kita pintal sendiri dimana kita mencoba merajut sayap–sayap indah tuk terbangkan kita kembali ‘pulang’. (Puisi Teguh)
More..
Tahmi Zahra
  • Matahariku telah pergi...
  • Berganti hujan dan petir
  • Rupanya Tuhanku..
  • ingin menghadiahi aku
  • sebuah pelangi
Links
  • another side of me..
  • Sheque
Assalamu Alaikum :-)
Archives
  • July 2006
  • August 2006
Previous entries
  • Indonesia Berdzikir (istiqlal, 20 Aug 06, bersam...
  • ADZAN (Suatu pusaka yang mengingatkan kita atas s...
  • Aksi Sejuta Umat untuk Palestina dan Libanon Ye...
  • Sedekat Kiamat, Seindah Pelangi <?xml:namespace pr...
  • Labbaik Alloh...Humma Labbaiik.. Hari ini ku...
  • Hujan musim semi di Palestin Satu juta orang le...
  • Kesetiaan Paling memukau sepanjang sejarah “Dem...
  • TIK TOK TIK TOK TIK TOK... Bunyi jam dinding di ...
Ni tulisan ky yg nulis bgt. Lembut.. gitu. tapi teledor nya juga sama, tuh byk error2 nya..:-)
MISSION
Sebaik-baik perhiasan adalah wanita Shaliha
SPECIAL DEDICATION :
Blog ini diinspirasi oleh cita-cita seorang alm. TEGUH PRIAMBADA untuk membuat sebuah majelis Dzikir, yaitu MAJELIS DZIKIR RUMAH KUPU-KUPU. Semoga segala amal sholehnya diterima ALLOH Swt. Dan beliau dilimpahkan RAHMATNYA. Amin......
Monday, August 21, 2006



Indonesia Berdzikir
(istiqlal, 20 Aug 06, bersama Ust Arifin Ilham)

Ya Alloh.
Engkau Wali kami
Engkau Pelindung kami
Engkau Tempat kami Mengadu

Merdekakan bangsa kami dari belenggu maksiat
Merdekakan bangsa kami dari belenggu kedzaliman
Merdekakan bangsa kami dari belenggu kebodohan
Merdekakan bangsa kami dari belenggu cinta dunia
Merdekakan bangsa kami dari belenggu jiwa raga

Ya Rosul,
Engkau Guru kami
Engkau Suri Tauladan kami
Engkaulah pembawa safaát

Kami rindu padamu
Temuilah kami dihari nanti
Berilah kami safaát mu
Peluklah kami
Rangkullah kami
Berkumpullah bersama kami…

Amin…….


Bangsaku, mari berdzikir…
Mari memperbaikin diri, karena hakikat dzikir dan doa adalah memperbaiki diri

Bangsaku, mari bertaubat
Mari berhenti melakukan maksiat, hakikat tuabat adalah tidak mengulangi dosa dan kesalahan. Hakikat memohon maaf dan ampun adalah berhenti melakukan kesalahan dan dosa yang sama.

(Tahmi, 20.08.06)

 
posted by Tahmi Zahra at 8/21/2006 09:44:00 PM | Permalink | 0 comments
Thursday, August 17, 2006

ADZAN

(Suatu pusaka yang mengingatkan kita atas sebuah kesaksian yang terlupakan)

Getaran Adzan
  • Selama ini kita hanya menganggap adzan sebagai pangilan untuk sholat, tanda masuknya waktu shalat fardhu. Padahal jika kita mau merenungkan, adzan punya makna yang lebih dalam dari pada sekedar itu.
  • Hal itulah yang membuat hati seseorang tergetar apabila mendengar adzan.

Suara yang pertama kali kita dengar

Pada saat kita baru saja dilahirkan – bahkan mata kita belum terbuka dan mulut kita belum bersuara, telinga kita sudah mendengar suara adzan.

  • Pernahkah kita sebagai seorang muslim mau merenungkan mengapa tiap bayi yang baru lahir harus diadzani?

‘Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari sulbi mereka dan Alloh mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) :

“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab : “Benar. (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”..’(QS Al A’raaf 7:172)

  • Ayat diatas menerangkan bahwa di alam kandungan kita diingatkan kembali oleh Alloh SWT: Tiada Tuhan lain selain dia.
  • Atas kehendak NYA jualah kita dijadikan NYA seakan tidak pernah mengalami perjanjian itu, karena secara sunnatulloh, otak kita hanya mengingat semua input yang bisa ditangkap oleh panca indera kita saja.
  • Untuk itulah saat lahir, adzan diperdengarkan kepada kita sebagai pegangan awal, pengingat bahwa diri kita pernah bersaksi atas keEsaan dan KebesaranNya.

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)

  • Ini adalah kalimat pertama pembuka adzan
  • Kita diingatkan kembali atas Kebesaran Allah SWT. Kalimat ini menyatakan bahwa Allah itu Maha Besar dan diucapkan 2x2. Bila kita melihat struktur Áin pada Metode Struktur Al-Quran, 2 artinya mata. Berarti kita pernah MELIHAT Kebesaran Alloh; dan kita diingatkan untuk selalu mengakui Kebesaran NYA tersebut…Dengan kedua mata kita. Mata lahir dan Mata Batin.

Asyhadu Álaa illaaha ill Allah (Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah)

  • Disini ditegaskan kembali bahwa kita pernah MELIHAT ALLAH. Kalimat ‘Aku berSAKSI’ menyatakan bahwa kita benar-benar pernah menyaksikan kebesaranNYA dan tiada Tuhan selainNYA.
  • Kita diingatkan untuk senantiasa membersihkan diri kita dari ‘ílah-ilah’ lain selain Allah. Kita tidak boleh menuhankan Tahta, Harta, Ilmu, dan lain sebagainya.
  • Kalimat ini juga diucapkan 2x, mempertegas keyakinan kita.

Asyhadu Anna Muhammadarra Rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh)

  • Disini juga dikatakan bahwa kita berSAKSI atas kerasulan Muhammad. Bagaimana mungkin? Bukankah kita hidup dizaman yang berbeda dengan beliau?
  • Jawabannya adalah seperti dikemukakan pada pembukaan tadi, bahwa kita meihat NUR Muhammad di Lauh Mahfudz. Ingatlah hadist Qudsi yang menyatakan bahwa alasan dari penciptaan alam semesta ini adalah NUR Muhammad.

Hayya Ála Shallah (Mari kita Shalat)

  • Barulah pada kalimat ini kita semua diseru untuk melakukan shalat. Atas kesaksian kita terhadap kebesaran Allah dan Kerosulan Muhammad.
  • Bila kita menyimak urutan-urutannya, maka semestinya sholat kita benar-benar dilandasi oleh kebesaran Alloh, keyakinan akan kebenaran syahadat, barulah kita sholat. Tanpa mengikuti urutan-urutan tersebut sholat kita dapat dikatakan lalai. Seperti yang dimaksud dalam surat Al-Ma’uun 4-5 “Celakalah orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya”

Hayya Álal Falaah (Mari kita Menang)

  • Banyak ulama yang sekedar mengartikan urutan-urutan ini sebagai berikut : Mari kita sholat, sehabis sholat kita menang. Memang betul, tapi bagaimana dulu sholatnya? Apakah shalatnya didasari syahadat yang betul? Bukankah urutan Rukun Islam adalah syahadat dulu baru kemudian shalat? Bisakah kita masuk ke sebuah mobil tanpa membuka dulu pintunya, tanpa kunci? Lalu bagaimana bisa mencapai tujuan kalau masuk ke mobilnya saja belum, apalagi menjalankannya?
  • Orang-orang yang dimaksud menang di sini aalah orang-orang yang mengingat perjanjian dengan Tuhannya, dan kemuadian shalat sebagai tanda kepatuhannya. Bukan semata-mata taklik buta belaka.

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar…

Setelah kita meraih kemenangan, kita harus kembali tunduk pada Kebesaran Allah. Karena kita tidak mungkin mencapai kemenangan, baik di dunia maupun akhirat, tanpa seizin dan Ridha Alloh. Segalanya adalah milik Allah . Begitu pula kemenangan kita, bahwa diri kita, hanya milik Allah semata. Yang kita miliki hanya nama…

Laa ilaaha illa Allaahh

Tiada Tuhan selain Allah.

Hanya Dia lah yang patut disembah

Hanya kepadaNya lah segala sesuatu bergantung


(Teguh Priambada; Cibogo 2005)

 
posted by Tahmi Zahra at 8/17/2006 09:38:00 PM | Permalink | 0 comments
Sunday, August 06, 2006
Aksi Sejuta Umat untuk Palestina dan Libanon



Yel-yel antara orator dan massa sahut-menyahut gempita.

"INDONESIA-INDONESIA" Teriak ketua MPR Bpk Hidayat Nur Wahid.

"BERSATU-BERSATU" Balas massa sambil mengangkat kepalan tangan tinggi-tinggi

"AMERIKA-AMERIKA" Teriak Pak Hidayat

"TERORIS-TERORIS" Balas massa sambil mengacungkan ibu jari terbalik ke bawah

"ISRAEL-ISREAL" Teriak Aa GYM

"HANCURKAN-HANCURKAN" Teriak massa sambil mengacungkan telunjuk keatas

Teriakan penuh semangat jihad terus sahut menyahut. Di atas truk terbuka yang diparkir di depan Sogo di Bunderan HI Jakarta, tengah hari, Minggu siang tadi, berdiri para pemuka agama, ketua ormas, ketua parpol dan para aktivis-aktivis.

Sementara masyarakat terus berdatangan. Masing-masing membawa bendera kelompoknya. Dari kelompok Agama, Parpol samapi Ormas datang dengan massa yang besar. Ada Muhammadiyah, Majelis Tafsir AlQuran, DARUTTAUHID, PKS, GOLKAR, PAN, KONTRAS dan masih banyak lagi. Pemuka-pemuka agama yang datang memberi sambutan ada dari Gereja Ortodoks indonesia, pemimpin agama Hindu.

Pernyataan sikap bangsa Indonesia yang di tanda tangani 100 element bangsa ini, dibacakan oleh Aa Gym dengan lantang.

Diantara pernyataan itu adalah bahwa Bangsa Indonesia mengecam tindakan Isreal, menghimbau negara-negara Arab untuk melepaskan ketergantungan pada Amerika dan mendukung tindakang pemerintah Indonesia yang menentang agresi Israel.

Disambut teriakan SETUJUUUUUUU.... oleh seluruh massa.

Bendera-bendera warna warni dan bentuk berkibaran. Aa GYM berdiri di atas kepala Truk dengan dua Bendera besar. Merah Putih ditangan kanan dan Bendera Palestina di tangan kirinya. Mobil berjalan perlahan bersama dengan massa yang mengikuti dengan berjalan kaki dan beberapa mobil-mobil yang berorasi dengan semangat damai.

Spanduk-spanduk besar, dan gambar-gambar rakyat palentina yang tertindas, terpampang di antara massa, di jembatan penyeberangan, pinggir jalan. Dari Bunderan HI sampai kedubes Amerika sudah jadi lautan manusia.

Semangat yang sama, kemarahan pada sesuatu yang sama, luapan kepedulian yang sama untuk saudara-saudara yang tertindas di Palestina dan Libanon, melahirkan kekompakan dan rasa bersatu secara alami yang sangat kuat, yang terus terang, rasanya pasti sulit ditemui dikesempatan-kesempatan lain, kampanye parpol, misalnya. Seharusnya kita seperti ini terus. Bersatu seluruh bangsa untuk menghentikan kedzaliman.

Orasi, puisi, terus dibacakan, di depan gedung PBB yang di jaga barisan polisi.

Alhamdulillah aksi sejuta umat itu berjalan lancar dan damai. Dari atas jembatan penyeberangan aku bisa melihat lautan massa lebih jelas. Aku sangat kagum dengan barisan massa yang sangat teratur itu. Paling depan beberapa pemuda tegap berpegangan tangan, membentuk pagar berjalan perlahan, dibelakangnya massanya juga berjalan rapi. Sambil meneriakkan yel-yel tanpa berhenti. Itulah massa PKS. Aku terkesan.

Aku sendiri dengan bendera DT terkesan melihat teman-teman membawa kantung-kantung hitam besar, menerikkan yel-yel sambil mengambil sampah selama orasi.

Kelompok-kelompok lain yang jumlahnya tak kalah banyak, juga berorasi dengan tertib dan saling menjaga.

Subhanalloh...

Aku marah pada Israel, Aku miris melihat saudara-saudaraku di Palestina dan Libanon dan Aku bangga pada semangat persaudaraan bangsaku......

Dan aku tau, aku tidak sendiri!

Semoga Kepedulian dan Doa kita semua untuk Palestin dan Libanon membawa perubahan untuk saudara-saudara kita di sana.


(Tahmi, home, 6 Aug 06: Aksi ini dihadiri oleh 999.999 umat. Salah seorang dari yang sejuta itu telah kembali ke Rahmatulloh. Namun semangat jihadnya tetap ku bawa. Maka aksi itu adalah aksi sejuta umat :-p )



 
posted by Tahmi Zahra at 8/06/2006 07:35:00 PM | Permalink | 0 comments
Sunday, July 30, 2006
Sedekat Kiamat, Seindah Pelangi

Fenomena alam di berbagai belahan bumi akhir-akhir ini menjadi sering mengejutkan. Bahkan di negeri tercinta kita. Mulai dari tsunami di Aceh, longsor dimana-mana, gempa di Jogja, tsunami di Pangandaran, dan bencana-bencana alam lain. Kini Jakarta mulai diberi peringatan dengan beberapa kali gempa. Apakah yang akan terjadi lagi?


Peramal-peramal telah meramalkan kejadian-kejadian menyeramkan. Berani sekali mereka bilang bahwa tsunami Aceh bukan apa-apa dibandingkan apa yang akan terjadi lagi. Bahkan seseorang pernah mengatakan langsung padaku bahwa kiamat akan terjadi tahun 2007.

Wallahu‘Alam bishawaab...

Marilah kita berdoa agar RAHMATNYA senantiasa tercurah pada kita.

Sedangkan ramalan-ramalan manusia, tak perlu capek-capek dipikirkan. Lebih baik kita mengambil hikmah dari apa yang sudah terjadi dan mempersiapkan diri apapun yang akan terjadi. Memang sejatinya KepadaNYA lah kita semua kan kembali. Apapun caranya. Dan hanya DIA yang tau.

Marilah kita sikapi gempa dan badai agar kita dapat melihat pelangi dibaliknya.


Gempa dan badai itu adalah kasih sayang NYA agar kita tak pernah jauh dari NYA. Agar kita selalu mengingatnya. Mau kemana lagi kita perpegang, kita mengadu, kita memasrahkan diri kalau bukan kepada PEMILIK kita? Serahkan segalanya kepadaNYA, leburkan diri padaNYA dengan ikhlas.

Pada saat takarrub, munajat, tafakkur, muhasabah kita akan merasakan kemesraan yang haru biru pada Sang Maha Kekasih. Rintihan pilu dari kesedihan kehilangan orang-orang terkasih akan berubah menjadi rintihan rindu untuk bertemu padaNYA, berganti menjadi kemesraan seperti dua orang kekasih yang saling berbagi perasaan.

Kemesraan yang membuat apapun yang dihadapan mata menjadi indah, seperti pelangi. Kehilangan dan kepedihan menjadi jalan keikhlasan, dan keridhaan untuk semakin dekat padaNYA.

Kita mendekat sedepa DIA mendekat sehasta.

Lihatlah mata dua orang kekasih, tak ada kemarahan walau keadaan kacau. Tak ada kebencian walau dunia porak poranda. Tak ada kekecewaan walau segalanya diambil. Dimata mereka hanya ada merah, kuning, hijau... yang indah.

Marilah kita melihat pelangi setelah gempa ini…

Dan mari kita berdoa, mari kita bacakan AlFatiha bagi para syuhada bencana yang telah mendahului kita semoga arwah mereka mendapat tempat mulia di sisi Alloh SWT dan bagi saudara-saudara kita di Palentina, Lebanon dan belahan dunia manapun yang terdzolimi, Semoga terbebas dari belenggu kedzoliman.. Amin.....

(Tahmi, home, 30 Jul 06)

 
posted by Tahmi Zahra at 7/30/2006 08:42:00 PM | Permalink | 1 comments
Saturday, July 15, 2006

Labbaik Alloh...Humma Labbaiik..




Hari ini kumelepas seorang sahabat pergi...
Ke tempat suci yang senantiasa dirindukan….
Tanah Suci Mekkah.
Kupeluk erat dia dengan segala perasaan haru, senang, sedih, bangga, iri...
Kami tertawa-tawa untuk menahan rasa lalu sama-sama membuang muka..., karena mata kami tak mampu berdusta.

Betapa akan jauh rasanya kami terpisah..Rasanya kepergiannya adalah setelah dunia setengah akhirat.Getaran yang sangat berbeda dengan perjalanan-perjalanan liburan keujung dunia manapun.
Subhanalloh....

Tanah suci.... ganjaran amal perbuatan kita selama hidup biasanya tergambar disana..
Seperti gambaran hari kemudian.Jika baik amalan kita, baiklah kita disana..Jika buruk amalan kita, banyak cobaan disanaNamun RAHMAT Alloh maha luas tak terbatas.
Dulu kami berniat pergi bersama-samaAlhamdulillah sahabatku mendapat panggilan lebih duluSelamat jalan saudaraku......
”Ya Alloh, lindungilah saudaraku di sana, jadikanlah dia haji yang mabrur... Dan berilah aku kesempatan menyusulnya, sebelum KAU ambil aku kembali. Amin...”

”Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Al-Imran:97)

(Tahmi, Home, 01.07.06)

 
posted by Tahmi Zahra at 7/15/2006 06:42:00 PM | Permalink | 0 comments
Hujan musim semi di Palestin



Satu juta orang lebih saudaraku di Palestina harus hidup dalam kegelapan. Bahkan mereka tak dapat menyimpan bahan makanan, sebagai kebutuhan paling dasar padahal mereka harus bertahan berdiam di dalam tenda.

Rumah-rumah telah hancur, tak ada cahaya dimalam hari, tak ada air bersih. Tangisan lirih anak-anak, ditengah ketegangan untuk tetap waspada.

Zionis Israel Laknatulloh, bukankah puluhan ribu saudaraku telah kau tahan? Mengapa hanya karena seorang Gilad Salit yang ditahan saudaraku, membuatmu kalap kesetanan dan menggelar serangan ‘Hujan Dimusim Semi’ bagi saudara-saudara ku di Palestin?

Wahai sahabatku, tak adakah yang dapat kita lakukan bagi saudara-saudara kita di sana? Bukankah kita bisa membuat acara ‘nonton piala dunia bersama’ dan memasang taruhan jutaan rupiah untuk kesebelasan kesayangan kita? Lalu mengapa kita tak bisa berdoa bersama untuk saudara-saudara kita?

Wahai Bangsaku, mengapa kita saling menghunus pedang dan berteriak ‘Allohu Akbar..’ kepada sesama saudara di negeri sendiri? Mengapa kita perang saudara sedangkan musuh kita begitu jelas?

Wahai kakak dan adikku, kita disini tidur nyaman dan makan kenyang, tak bisakah sedikit saja kita bagi kenikmatan itu pada saudara-saudara kita di Palestin?!!

Wahai saudara-saudaraku di Palestin,
Sesungguhnya kalian lebih beruntung dari kami. Kalian diberi kesempatan menjadi „S Y U H A D A“ yang kedudukannya sangat mulia disisi Alloh.

Kalian takkan pernah tergoyahkan oleh apapun. Kalian tak kan pernah menyerah. Kalian akan mempertahankan masjid Al Aqsha sampai tetes darah terakhir.

Wahai jiwaku yang terpuruk dalam kesedihan…
Tinggalkan kisah sedih itu… pergilah pada ratapan anak-anak Palestin.
Duka cita ku kan sirna oleh duka cita mereka yang ingin sekali kupupuskan..
Kekasihku di ‘sana’ pasti kan lebih bahagia melihatku lebih berguna
.



- Cintaku, tuk anak-anak Palestina -

"Janganlah kamu bersikap lemah dan bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang yang beriman" (QS Ali Imran :139)

(Tahmi; rumah kupu-kupu; 14 July 06)
 
posted by Tahmi Zahra at 7/15/2006 04:27:00 PM | Permalink | 0 comments
Kesetiaan Paling memukau sepanjang sejarah



“Demi Alloh, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman kepadaku saat semua orang ingkar, yang percaya kepadaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan daripadanyalah aku mendapatkan keturunan”


Demikianlah Rasululloh SAW menggambarkan kepribadian Siti Khadijah r.a., Istri beliau. Seorang istri sejati, muslimah yang dengan segenap kemampuan diri berkorban demi kejayaan Islam. Siti Khadijah r.a. berasal dari keturunan terhormat, mempunyai harta kekayaan yang tidak sedikit serta terkenal sebagai wanita cerdas dan tegas. Bukan sekali dua kali pemuka kaum Quraisy berusaha untuk mempersunting dirinya.


Tetapi pilihannya justru jatuh pada seorang pemuda bernama Muhammad, pemuda yang terkenal sebagai seorang yang terpercaya (Al-Amin), yang tak tergiur oleh kekayaan dan kecantikan siti Khadijah r.a.


Siti Khadijah r.a adalah wanita pertama yang beriman kepada Alloh dan RosulNya. Beliau banyak membantu dalam meneguhkan tekad Rosululloh SAW ketika melaksanakan risalah dakwah. Ia senantiasa berusaha meringankan kepedihan hati dan menghilangkan keletihan serta penderitaan yang dialami oleh suaminya, dalam menjalankan tugas dakwah menegakkan kalimat tauhid.


Inilah keistimewaan dan keutamaan khadijah dalam sejarah perjuangan Islam. Beliau adalah sumber kekuatan yang berada di belakang Rosululloh SAW. Mari kita singkap kembali peristiwa yang sungguh mendebarkan jantung Rasululloh SAW. Peristiwa itu ialah penerimaan wahyu yang pertama di Gua Hira. Sekembalinya ke rumah, baginda berkata kepada istrinya tercinta,’Aku berasa khawatir terhadap diriku’

Siti khadijah r.a berusaha menabahkan hati suami yang ditaatinya dengan berkata, ’Wahai kakanda, demi Alloh, Tuhan tidak akan mengecewakanmu karena sesungguhnya kakanda adalah orang yang selalu memupuk dan menjaga kekeluargaan serta sanggup memikul tanggung jawab. Dirimu dikenali sebagai penolong kaum yang sengsara, sebagai tuan rumah yang menyenagkan tamu, ringan tangan dalam memberi pertolongan, senantiasa berbicara benar dan setia kepada amanah’.


Apakah ada wanita lain yang dapat menyambut sedemikian baik peristiwa bersejarah yang berlaku di Gua Hira seperti yang dilakukan oleh Khadijah kepada suaminya? Apa yang dikatakan oleh Khadijah kepada suaminya pada saat menghadapi peristiwa besar itu menunjukkan betapa besarnya kepercayaan dan kasih sayang seorang isteri kepada suami.


Sedikitpun Khadijah tidak merasa ragu di dalam hatinya. Persoalannya, dapatkan kita berlaku demikian? Siti Khadijah r.a merupakan wanita kaya dan terkenal. Ia bisa saja hidup bermewah-mewah dengan hartanya sendiri. Namun, semua itu dengan rela dikorbankannya untuk memudahkan tugas-tugas suaminya. Hal ini jelas menunjukkan beliau wanita yang mendorong kemajuan pahlawan umat manusia, melindungi pejuang terbesar dalam sejarah dengan mewujudkan kedamaian dalam kehidupan rumah tangga.


Sikap inilah yang menjadi salah satu sumber kekuatan Rosululloh SAW sepanjang kehidupan mereka bersama. Mari kita teliti, fahami serta hayati beberapa gambaran kesetiaan Khadijah yang telah membina kekuatan pada diri dan kehidupan penegak risalah Islam itu.

Sepanjang hidupnya bersama Rosululloh SAW, Siti Khadijah begitu setia menyertai baginda dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira, ia pasti menyiapkan semua bekal dan keperluannya. Seandainya Rosululloh SAW agak lama tidak pulang, ia akan datang menengok untuk memastikan keselamatan sang suami. Sekiranya Rasululloh SAW khusuk bermunajat, beliau tinggal di rumah dengan sabar sehingga suaminya pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, sekuat diri beliau menentramkan dan menghibur hati suaminya sampai diliputi ketenangan. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama.


Malah dalam banyak kegiatan peribadatan Rasululloh SAW, Siti Khadijah r.a dipastikan selalu ada bersama dan membantu baginda dari mulai hal kecil seperti menyediakan air untuk mengambil wudhu. Kecintaan Khadijah bukanlah sekedar kecintaan terhadap suami. Tetapi berdasarkan keyakinan yang kuat terhadap keesaan Alloh SWT. Segala pengorbanan untuk suaminya adalah ikhlas untuk mencari keridhoan Alloh SWT.


Alloh Maha Adil dalam memberi RahmatNYA. Setiap amalan yang dilakukan dengan penuh ke ikhlasan pasti mendapat ganjaran yang kekal.Wahai muslimah, sekarang adalah masa untuk kita hidupkan kembali hakikat ini dalam kehidupan kita.


Disadur dari : Dewan pemuda sie muslimah PAS
www.cybermq.com – 17 Apr 2006, (yang diprint out dan ditempel seseorang dimading mushala mungil kantorku. Thanks!)

(Tahmi, Home, June 19th, 2006; Ternyata, sangat luas makna tentang sebuah kesetiaan. Bukan sekedar menanti suami di rumah atau menjaga diri dari fitnah. Masih bisakah kita menjadi seperti Khadijah RA? )
 
posted by Tahmi Zahra at 7/15/2006 03:42:00 PM | Permalink | 0 comments
TIK TOK TIK TOK TIK TOK...


Bunyi jam dinding di kamarku, disepertiga malam. Sunyi di luar namun gaduh di dalam diriku. Suara hatiku dan suara setan sahut menyahut untuk takarrub atau menarik selimut.


'Masih ada waktu...' kata setan

'Apa itu waktu....?'


Waktu adalah SESUATU,
Yang engkau berada di dalam sesuatu tersebut.
Apabila engkau berada di dunia,
waktumu DUNIA.
Apabila engkau berada di akhirat,
maka waktumu AKHIRAT.
Apabila engkau berada dalam kebahagiaan,
waktumu KEBAHAGIAAN.
Dan apabila kamu berada dalam kesedihan, waktumu KESEDIHAN.
(Imam Ibnu Qayyim).


aku sekarang di dunia lebih baik aku tidur. tapi masih akan bangunkah aku?

''Audzubillahiminasyaithanirrajim.... Dunia sekejap mata. Ya Allah, lindungi aku dari waktu dunia.. Beri aku kekuatan untuk waktu akhiratku.. Amin..'

(Tahmi, Home, Selagi masih kudiberi waktu, 01.07.06)
 
posted by Tahmi Zahra at 7/15/2006 03:00:00 PM | Permalink | 0 comments
Web Designed by my self